5 Distro Linux Karya Anak Bangsa yang Bisa Dipertimbangkan

Distro Linux Karya Anak BangsaButuh rekomendasi distro yang bagus dan menarik untuk digunakan? Maka bisa mempertimbangkan penggunaan distro Linux karya anak bangsa. Distro yang disebutkan disini tidak mengarah pada sebuah outlet penjualan kaos lokal. Namun mengarah kepada OS di Linux, yakni kependekan dari Distribution Linux yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sampai ke seluruh dunia.

Berkenalan dengan Distro Lokal

Meskipun Linux tidak sepopuler OS Widows, namun perlu diakui sistem operasi satu ini juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sifatnya yang open source membuat siapa saja yang menggunakan Linux juga bisa berkontribusi memberikan sebuah aplikasi atau program. Pembuat aplikasi bisa membagikan hasil karyanya secara gratis, bisa pula menawarkannya secara komersil.

Distro sendiri cukup banyak dan bisa meningkatkan pengalaman selama menggunakan OS Linux. Namun menariknya, beberapa distro yang familiar digunakan ternyata tidak hanya dibuat oleh pengguna Linux dari negara maju. Beberapa merupakan distro Linux karya anak bangsa atau yang akrab pula disebut distro lokal. Namun memberikan pengalaman tidak kalah nyamannya dengan distro buatan orang luar negeri.

Distro Lokal yang Bisa Dipertimbangkan

Bagi siapa saja yang memiliki rencana mempertimbangkan penggunaan distro lokal, maka bisa menyimak beberapa rekomendasi berikut ini untuk kemudian memilih salah satunya:

  1. Distro BlankOn

    Salah satu distro buatan anak bangsa yang cukup populer dan banyak dilirik adalah BlankOn. Dilihat dari namanya dijamin masyarakat tanah air paham asal dari distro ini karena mengambil nama salah satu penutup kepala tradisional masyarakat di Jawa Tengah.

    Distro ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Pengembang BlankOn dan Yayasan Penggerak Linux Indonesia. Menariknya sampai saat ini dikenal sebagai aplikasi di Linux yang konsisten melakukan pengembangan sekaligus masuk 100 besar Linux dunia.

  2. Distro IGN atau IGOS Nusantara

    Distro IGN juga mendapatkan sambutan yang baik ketika pertama kali diluncurkan, dan merupakan distro Linux karya anak bangsa yang patut diperhitungkan. Distro ini merupakan hasil karya Pusat Penelitian Informatika LIPI dan komunitas open source di tanah air. Keunggulan aplikasi ini cukup banyak dimulai dari kernel handal sampai tampilan yang menarik namun mudah digunakan.

  3. Distro GrombyangOS

    Distro lokal satu ini dibangun oleh grOS-TEAM yang ditujukan untuk dunia pendidikan. Tidak mengherankan jika isi di aplikasi ini sangat kental dengan kebutuhan dunia pendidikan. Distro ini pertama kali dirilis di tahun 2014 dan nyaman digunakan karena tidak membutuhkan perangkat berspesifikasi tinggi. Cukup memakai komputer 512MB, HDD 20 GB, dan prosesor memakai Intel Pentium 3.

  4. Distro TeaLinuxOS

    Distro ini mengangkat filosofi teh yang dikenal sebagai minuman tradisional semua lapisan masyarakat di Indonesia. Berpegang pada filosofi tersebut, pihak pengembang yakni Dinus Open Source Community menyajikan aplikasi yang mudah digunakan semua lapisan masyarakat.

  5. Distro Desa OS

    Sesuai dengan namanya, distro lokal ini memang ditujukan untuk masyarakat di pedesaan agar nyaman memakai Linux untuk berbagai keperluan. Distro ini sendiri dibuat oleh Developer Gedhe Foundation yang menyajikan tampilan simpel. Penggunaannya juga mudah dan bisa diaplikasikan di perangkat komputer dengan spesifikasi rendah pula.

Linux menjadi salah satu sistem operasi yang juga disukai oleh banyak orang, penggunanya cukup banyak di seluruh dunia. Meskipun masih kalah populer dengan Windows yang familiar digunakan oleh pengguna komputer. Jika tertarik memakai Linux maka pertimbangkan distro Linux karya anak bangsa di atas, dan pilih salah satunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *