Manfaat dan Syarat Penerapan E-Learning di Perusahaan

e learning untuk perusahaanE learning untuk Perusahaan – Teknologi informasi memang mengalami perkembangan yang sangat pesat, apalagi sejak hadirnya internet di tengah kehidupan masyarakat. Internet kemudian mampu memberikan pengalaman super efisien dan menyenangkan bagi penggunanya di seluruh dunia. Pemanfaatannya pun terus berkembang, salah satunya dengan kehadiran sistem e-learning.

Awalnya e-learning baru diterapkan di bidang pendidikan untuk menciptakan kelas online yang memudahkan proses belajar tanpa bertatap muka langsung. Secara perlahan teknologi ini kemudian dimanfaatkan di bidang lain, salah satunya bidang bisnis atau perekonomian. Umumnya dimanfaatkan untuk keperluan mentraining karyawan secara online.

Manfaat E-Learning dalam Sebuah Perusahaan

Melakukan training keahlian kepada karyawan memang menjadi kebutuhan setiap perusahaan untuk memiliki SDM yang mumpuni. Hanya saja pelatihan atau training ini butuh persiapan yang menyita waktu, tenaga, dan tentunya biaya. Maka oleh beberapa perusahaan kemudian mencoba sistem e-learning yang dilakukan secara online.

Penerapan e-learning ini kemudian membuat pelatihan yang diberikan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja selama ada dukungan jaringan internet. Menerapkan pelatihan secara digital semacam ini ternyata juga menguntungkan, karena memberi banyak manfaat berikut ini:

  1. Dapat Menjangkau Semua Anak Cabang

    Penerapan pelatihan memakai metode atau sistem e-learning sangat cocok untuk perusahaan dengan beberapa anak cabang. Supaya pemberian pelatihan lebih praktis, tidak perlu datang ke lokasi cabang. Semua bisa dilakukan di pusat dengan mengandalkan internet dan perangkat untuk mengakses internet tersebut.

  2. Menghemat Biaya Pelatihan

    Menerapkan pelatihan secara online memakai metode e-learning juga bisa membantu menghemat biaya. Perlu diakui bahwa perusahaan manapun akan menggelontorkan dana besar dalam menyediakan pelatihan bagi karyawan di semua cabang.

    Mulai dari biaya transportasi untuk trainer yang akan mengisi pelatihan, biaya konsumsi, peralatan presentasi, dan lain sebagainya. Namun setelah memakai alternatif e-learning maka kebutuhan biaya transport akan hilang. Selain itu tidak perlu media presentasi seperti proyektor, bahkan kertas dan pulpen pun bisa digantikan dengan mengetik di komputer.

  3. Lebih Hemat Tenaga dan Waktu

    Melakukan pelatihan secara konvensional juga memerlukan kesediaan trainer untuk menyediakan waktu khusus dan menyisihkan tenaga. Jika cabang perusahaan banyak maka waktu dan tenaga yang dikeluarkan pun akan semakin banyak pula.

    Semua ini bisa dihemat jika perusahaan menggunakan metode e-learning, sebab pelatihan bisa dilakukan di rumah atau kantor pusat tanpa perlu datang ke cabang yang bisa jadi diluar kota atau bahkan luar pulau.

  4. Mudah untuk Diterapkan

    Jika khawatir metode e-learning ini susah untuk diterapkan, sepertinya pendapat ini keliru. Sebab aktualnya malah sebaliknya, karena penerapannya sangat mudah sekalipun memakai perangkat seadanya. Pelatihan secara online bisa dilakukan mengandalkan komputer yang tersedia di kantor.

    Sehingga bisa dipraktekan kapan saja, dan tidak akan mendapati kesulitan karena sifatnya sama persis seperti memakai aplikasi Skype dan sejenisnya. Berhubung era sudah era digital dijamin tidak ada karyawan yang masih gagap menggunakan internet dan platform fungsional yang ada di dalamnya.

Syarat Penerapan E-Learning untuk Perusahaan

Mengetahui bahwa penerapan e-learning dalam tubuh perusahaan memberikan banyak manfaat, maka bisa dipertimbangkan untuk diterapkan. Hanya saja supaya hasilnya efektif dianjurkan untuk memenuhi dulu beberapa syarat penerapan e-learning berikut ini:

  • Menyiapkan Konten Atau Materi Bermanfaat

    Syarat pertama penerapan e-learning di perusahaan adalah bisa membuat atau menyediakan konten pelatihan yang memang bermanfaat. Sehingga materi yang disampaikan di dalam pelatihan bukanlah materi kosong. Bukan pula materi yang sulit dipahami maupun diterapkan oleh karyawan yang mengikuti pelatihan tersebut.

    Biasanya persiapan pembuatan materi perlu dilakukan cukup lama, paling tidak sudah melakukan riset. Sehingga materi ini relevan untuk diterapkan sekaligus memang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sebab percuma sebuah perusahaan memberi pelatihan jika hasilnya karyawan tidak bisa memberikan manfaat bagi perusahaan itu sendiri.

  • Efektifitas dari Konten E-Learning

    Materi e-learning juga wajib memenuhi syarat kedua, yakni terbilang efektif untuk diterapkan dan dipahami dengan mudah oleh karyawan yang mengikuti pelatihan. Isi materi sebaiknya mudah dipahami sehingga karyawan juga memiliki kemudahan untuk mempraktekan materi tersebut.

    Jika isi materi kurang atau bahkan tidak efektif sama sekali, maka tidak ada aksi yang dilakukan karyawan pasca pelatihan. Tentunya perusahaan rugi banyak sebab pelatihan yang sudah dipersiapkan yang mungkin juga menyita sekian biaya operasional. Ternyata tidak memberi manfaat apa-apa dalam meningkatkan ilmu dan keahlian para karyawan.

  • Ketepatan Isi Konten

    Materi pelatihan yang disampaikan di dalam e-learning sebaiknya juga tepat, yakni tepat manfaat dan tepat waktunya. Sehingga materi yang disampaikan di dalam pelatihan bisa dipahami dengan mudah dan langsung diterapkan. Sebab sesuai dengan perkembangan zaman sekaligus dengan kebutuhan perusahaan.

    Intinya adalah materi yang disampaikan di dalam e-learning ini akan menghasilkan aksi dan pemahaman karyawan yang bermanfaat bagi perusahaan. Sebab sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Misalnya saja perusahaan butuh solusi untuk menghadapi biaya operasional yang terlalu tinggi, maka materi yang disampaikan harus sesuai.

Supaya pasca pelatihan karyawan bisa melahirkan ide-ide segar untuk menghemat biaya operasional tanpa harus mengorbankan jumlah produksi yang sengaja diturunkan.

Pelatihan memakai metode e-learning memang memberikan efisiensi dari segi biaya, waktu, dan juga tenaga. Hanya saja kualitas pelatihan sebaiknya tetap sama atau bahkan meningkat dibanding pelatihan konvensional.

Jika malah hasil pelatihan menurun, tentunya metode e-learning yang diterapkan perlu dilakukan evaluasi lagi. Maka penting untuk memastikan materi pelatihan e-learning ini memenuhi beberapa syarat yang telah disebutkan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *